Masuk | Daftar
 

Artikel

Pendidikan Multikultural di Indonesia

oleh Idris, Penyuluh Literasi Media Palu on 18 Juli 2010 | 0 Komentar

Topik : , , ,

Indonesia adalah Negara yang terdiri dari beragam masyarakat yang berbeda seperti agama, suku, ras, kebudayaan, adat istiadat, bahasa, dan lain sebagainya menjadikan masyarakat Indonesia sebagai masyarakat yang majemuk. Dalam kehidupan yang beragam seperti ini menjadi tantangan untuk mempersatukan bangsa Indonesia menjadi satu kekuatan yang dapat menjunjung tinggi perbedaan dan keragaman masyarakatnya.

Hal ini dapat dilakukan dengan pendidikan multikultural yang ditanamkan kepada anak-anak lewat pembelajaran di sekolah maupun di rumah. Seorang guru bertanggung jawab dalam memberikan pendidikan terhadap anak didiknya dan dibantu oleh orang tua dalam melihat perbedaan yang terjadi dalam kehidupan mereka sehari-hari. Namun pendidkan multikultural bukan hanya sebatas kepada anak-anak usia sekolah tetapi juga kepada masyarakat Indonesia pada umumnya lewat acara atau seminar yang menggalakkan pentingnya toleransi dalam keberagaman menjadikan masyarakat Indonesia dapat menerima bahwa mereka hidup dalam perbedaan dan keragaman.

Upaya ini juga dapat dilakukan oleh media, mengingat fungsinya sebagai alat informasi kepada masyarakat. Media berfungsi memberikan pendidikan multikultural lewat tulisan dan tayangan yang mengajarkan toleransi masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Mengingat media massa dapat berdampak pada pengetahuan, nilai-nilai, sikap dan perilaku, sehingga masyarakat dapat mengetahui secara langsung bagaimana hakikat toleransi yaitu kesediaan untuk hidup berdampingan secara damai dan saling menghargai pihak lain. Apa yang disajikan media kepada masyarakat dapat mempengaruhi kehidupan mereka sehari-hari sehingga fungsi media sangat berperan dalam memberikan pendidikan multikultural untuk mencapai masyarakat yang saling menyatu dalam bingkai negara indonesia seperti slogan "Bhineka Tunggal Ika" yang bermakna berbeda-beda namun tetap satu. Ini menyatakan bahwa keragaman dan perbedaan yang ada di Indonesia menjadi kekuatan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kita dapat melihat dari satu perbedaan yaitu toleransi beragama, maknanya adalah menghormati keyakinan pemeluk agama lain dengan segala aktivitas peribadatannya sesuai keyakinan yang dianutnya, tanpa harus mengurangi keyakinan kebenaran agama yang dianutnya. Ini menyatakan bahwa seorang Muslim (Islam) menghargai seseorang yang beragama Nasrani (Kristen) dalam kehidupan sehari-hari dengan mengedepankan rasa saling menghargai, menerima ketidaksamaan mereka dalam hal keyakinan.

Toleransi beragama tidak berarti mengakui dan menganggap semua agama benar, tetapi juga tidak merendahkan agama lain dan menganggap agamanya yang paling benar kepada agama yang lain. Namun toleransi juga tidak dilakukan secara berlebih-lebihan yang melewati batas kewajaran dalam bertoleransi seperti ikut-ikutan dalam melakukan ibadah atau merayakan hari raya agama lain.

Bagaimanapun toleransi sesama manusia mempunyai batas-batas yang harus membedakan antara yang satu dengan yang lainnya. Indonesia sebagai negara yang mengedepankan kehidupan yang adil, makmur dan sentosa yang tertuang dalam undang-undang dasar 1945 mengatur kehidupan masyarakatnya dengan membuat undang-undang yang berkaitan dengan kebebasan masyarakat indonesia memilih keyakinan mereka sesuai kepercayaan mereka masing-masing. Dalam pasal 29 ayat 2 berbunyi “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu”. Hal ini menyatakan bahwa negara indonesia menjamin setiap warga negaranya dalam hal berkeyakinan.

Begitu banyak keragaman yang ada di indonesia seharusnya membuat negara indonesia menjadi contoh yang baik dari dunia internasional dalam hal kehidupan yang majemuk atau beragam. Bukan hal yang mudah untuk menyatukan masyarakat yang berbeda dari segi agama, budaya serta bahasa di satukan dalam satu wilayah kekuasaan yaitu bangsa indonesia. Namun ketika masyarakatnya sadar bahwa mereka berada pada wilayah yang mengharuskan mereka hidup berdampingan maka secara perlahan namun pasti hal itu dapat berjalan jika semua elemen masyarakat mempunyai tujuan yang satu yaitu kehidupan berbangsa dan bernegara yang adil, makmur dan sentosa seperti yang dicita-citakan bangsa indonesia sejak penjajahan hingga kemerdekaan.

Maka di era yang telah memberikan kita kebebasan ini (demokrasi), menjadikan kita berupaya melanjutkan cita-cita pejuang kemerdekaan, melihat indonesia berdiri tegak dengan masyarakatnya yang menjunjung tinggi makna keberagaman menjadi satu-satunya alat untuk mencapai indonesia yang satu yang terhimpun dari keragaman dan perbedaan. Dengan selalu menjaga identitas negara indonesia yang terdiri dari beragam budayanya dengan memperkenalkan budaya indonesia ke dunia internasional dengan tidak meyakini atau harus mengesampingkan  rasialisme etnik, fanatisme kesukuan, dan perbedaan warna kulit.

| More
Page Rate:
Rate this page:

Kirim komentar anda

Komentar

Halaman ini belum dikomentari.

Feed RSS untuk komentar pada halaman ini | RSS feed for all comments

 
 

Jl. Kemang Selatan No. 98 Jakarta Selatan 12560 - Indonesia
P: 6221 7817211 F: 6221 7817212 E: thc@habibiecenter.or.id